Tag Archives: urban

Malioboro dan Kisah Pagar Setengah Milyar

Wujud Implementasi Konsep Kawasan Pejalan Kaki yang Tak Utuh

Screenshot from 2016-01-06 11:28:05

Basi dan bosan rasanya membahas Malioboro. Namun, beragam masalah unik yang muncul di sana seolah tidak ada habisnya. Padahal, beragam penelitian dan proyek penataan telah dilakukan sejak dua-tiga dasawarsa terakhir. Desain Malioboro selalu berubah dari tahun ke tahun. Bahkan, setelah sayembara besar tentang desain Malioboro diadakan pun, penataan kawasan yang bersifat reaktif pun masih muncul. Pagar setengah milyar adalah kebijakan termutakhir yang mengundang banyak pertanyaan publik. Continue reading

Benarkah Rumah Susun Solusi bagi Yogyakarta?

Memastikan Ruang Partisipasi Tidak Dihabisi Kepentingan Korporasi

IMG_5410 (copy)

Sejak hampir satu dekade lalu, pakar perkotaan sudah memberikan pandangan skeptis terhadap proyek rumah susun. Memindahkan warga dari permukiman asal di dalam kota, ke permukiman rumah susun di pinggir kota, dinilai sebagai kebijakan yang janggal. Terlebih, banyak cerita kegagalan yang menghantui megaproyek rumah susun, terutama di Jakarta. Rumah susun yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga tahun 2006, hanya didiami oleh 20 % dari jumlah keseluruhan kelompok sasaran. Hal yang sama masih dijumpai hingga tahun 2015 ini, ketika pemerintah provinsi masih tetap harus menghadapi proyek mangkrak dan penghuni ilegal. Sementara, data berbicara bahwa membangun rumah susun menelan biaya 100 kali lebih mahal daripada memperbaiki kampung. Pembangunan rumah susun 4 lantai yang mahal itu pun ternyata hanya mampu menampung kepadatan penduduk sejumlah 140 jiwa per hektar. Angka kepadatan penduduk itu lebih rendah daripada kepadatan penduduk di perkampungan. Jelas bukan efisiensi lahan dan biaya.

Mengapa Hunian Vertikal? Continue reading