Tag Archives: ruang kota

Bukan ini Ruang Publik yang Yogyakarta Butuhkan

Ajang hura-hura di jalan raya, ruang publik semu tanpa guna

IMG_8332

Hampir tiap hari Minggu, beberapa ruas jalan di Kota Yogyakarta ditutup dan riuh rendah dengan warga yang berkumpul. Ada warga yang berolah raga, ada juga yang menampilkan karya seni. Namun, hal itu tidak terbangun secara organis, melainkan dikemas dalam sebuah event berkonsep “Car Free Day“. Balutan sponsor menjadi bagian wajib dalam setiap penyelenggaraannya. Gelimang hadiah disebar ke banyak peserta pada acara di tengah jalan raya. Namun, ketika hari Minggu berlalu, hilang pula ruang berkumpul itu. Warga harus kembali menghadapi fakta carut-marutnya ruang kota, jalan yang berjejal kendaraan bermotor dan trotoar yang tak berguna. Continue reading

Mak Benduduk a la Flash Mob, untuk Apa?

Mencari Media Alternatif Penyalur Ekspresi dan Aspirasi Warga di Ruang Kota (1)

Tahun lalu, bersama teman-teman pegiat gerakan urban dan heritage di Yogya, saat ngobrol persiapan acara di Museum Sonobudoyo, kami sempat ngobrol tentang Flash Mob. Aksi ini tentu saja sangat asyik dan potensial untuk digunakan sebagai media menarik perhatian publik. Tentu menarik jika bisa menggelar satu aksi flash mob di ruang kota. Namun, flash mob seperti apa? Apakah flash mob itu hanya cukup menarik, atau bahkan juga bisa menjadi bagian dari gerakan mendorong perubahan? Continue reading