Tag Archives: Magelang

(Konservasi) Pusaka dalam Genggaman

Memetakan Potensi Strategi Digital untuk Pelestarian Pusaka Indonesia (1) (2)

1. Wajah Pusaka dalam Media Baru (New Media) di Indonesia

Screenshot from 2014-07-01 21:49:51

Heritage is in Your Hand; poster kampanye gerakan Pantau Pusaka Indonesia – Indonesian Heritage Inventory (Kredit poster: Abdullah Rofii)

Sekumpulan orang yang berasal dari daerah yang berbeda bisa bergerak bersama untuk satu minat. Minat yang sama pada penjelajahan situs-situs kuno mendorong orang-orang ini untuk berkumpul. Padahal, mereka tinggal di kota-kota atau daerah yang berbeda, ada yang di Yogyakarta, beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa timur, bahkan di Bali, dan Sumatera. Minat dan hobi “blusukan” ke situs-situs purbakala itu dikomunikasikan, antara lain memanfaatkan media jejaring sosial Facebook. Komunikasi lintas usia dan latar belakang itu kemudian menjadi pemicu dibentuknya komunitas sebagai penanda identitas pada Oktober 2009. Mereka menamakan dirinya Gerombolan Pemburu Batu (Bol Brutu). Ada lebih dari 300 anggota yang tergabung dalam Group Facebook Bol Brutu (3). Sebagian di antara mereka bahkan ada yang saat ini tidak berada di Indonesia, seperti di Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Menariknya, hampir tak ada anggota kelompok ini yang berlatar belakang arkeologi. Mereka hanya punya niat belajar yang besar dan rasa ingin tahu. Jadi, kegiatan seperti mendatangi situs purbakala, mendokumentasikan, dan kemudian menginformasikannya ke media online, seperti Facebook dan blog menjadi rutin (4). Continue reading

Advertisements

Tantangan Trayek DAMRI Yogyakarta – Borobudur

Foto-0052

Siapa Ingin Menguasai, Siapa Ingin Melayani

Membangun trayek baru transportasi publik itu tidak mudah. Selain soal koordinasi dan kelengkapan izin administratif, trayek baru juga harus telah mendapatkan “persetujuan” dari operator lain yang terlebih dahulu ada. Prosesnya bisa mudah, tetapi bisa juga susah, apalagi jika pandangan yang dikedepankan adalah semangat untuk menguasai, bukan untuk melayani.

Hari Jumat, 22 Maret 2013 pk 16.00 lalu, saya menjadi penumpang pertama trayek ujicoba Bus DAMRI trayek Yogyakarta – Borobudur. Sejak informasi layanan ini diluncurkan ke publik pada tanggal 15 Maret 2013 lalu, belum ada satu pun yang memanfaatkannya. Promosi dan publikasinya memang masih sangat kurang. Mungkin justru hanya saya yang kemudian berinisiatif membantu melakukan promosi dan publikasi, terutama melalui blog pribadi dan media jejaring sosial. Tanggapan publik cukup baik, tetapi tampaknya belum cukup meyakinkan publik untuk mau atau berani mencoba trayek baru ini. Continue reading

DAMRI Buka Trayek Yogyakarta – Borobudur

Himpunan Twit Series @joeyakarta

Mulai hari Jumat, 15 Maret 2013 P.O. DAMRI membuka trayek Yogyakarta – Borobudur dengan menggunakan bus DAMRI Bandara Adisutjipto. Jadwal layanan bus ini dibuka setiap hari pk 06.00 – 21.30. Tarif yang dikenakan sebesar Rp 35.000/orang. Rute trayek DAMRI Yogyakarta – Borobudur antara Hotel Borobudur Jl. Magelang, Jombor, Sleman – Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang.

Untuk saat ini, layanan bus DAMRI Yogyakarta – Borobudur baru hanya dapat dipesan via 0877 3966 8839 (nomor SMS layanan dan pengaduan). Calon penumpang akan dijemput di Hotel Borobudur (Jombor) atau Taman Wisata Candi Borobudur. Bus akan tetap menjemput/mengangkut walaupun hanya ada 1 penumpang pada rute tersebut. Setelah MoU dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, trayek reguler Yogyakarta – Borobudur akan dilayani 1 jam sekali. Bus DAMRI akan beroperasi hingga area taman di Hotel Manohara.

Trayek impian rute wisata Yogyakarta – Borobudur yang nyaman, aman, tepat waktu, dan tarif pasti telah diwujudkan oleh P.O. DAMRI. Sila manfaatkan layanan ini walaupun masih dalam tahap awal/ujicoba. Kabarkan kepada teman dan kerabat Anda. Publik pun akhirnya punya pilihan moda transportasi baru untuk menuju situs warisan dunia itu. Terima kasih kepada P.O. DAMRI yang telah memberi tanggapan dan tindak lanjut positif terhadap masukan publik.

Memimpikan Trayek DAMRI Yogyakarta – Borobudur

Himpunan Twit Series @joeyakarta

Akhir pekan lalu saya ke Magelang naik bus P.O. DAMRI yang melayani trayek Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta – Magelang. Bus ini nyaman, tepat waktu, ada tiap jam, dengan harga tiket hanya Rp 35.000,00. Saya pun berpikiran bahwa akan sangat baik jika DAMRI juga bisa melayani rute Yogyakarta – Borobudur. Rute ini memiliki potensi penumpang yang sangat tinggi. Mengapa tidak? Continue reading