Tag Archives: konservasi

Kasus Pembongkaran Cagar Budaya untuk Hotel di Yogyakarta segera Diungkap

Klarifikasi para pihak oleh Lembaga Ombudsman D.I. Yogyakarta telah Dilakukan

Screenshot from 2014-12-20 08:34:13

Pada tanggal 2 Februari 2015 lalu, saya (Elanto Wijoyono) melaporkan/mengadukan sebuah kasus pembongkaran benda/bangunan warisan budaya di Jl. Pajeksan No. 16 Yogyakarta kepada Lembaga Ombudsman (LO) D.I. Yogyakarta. Lahan bekas lokasi bangunan Cina Tjan Bian Thiong yang telah ditetapkan sebagai Bangunan Warisan Budaya Kota Yogyakarta pada tahun 2009 itu segera berubah menjadi gedung Hotel Amaris Malioboro setinggi 8 lantai. Hotel Amaris Malioboro diajukan ke proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pada 27 Desember 2013, tepat 4 hari sebelum moratorium pengajuan izin pembangunan hotel di Yogyakarta diberlakukan per 31 Desember 2013. Hanya butuh tiga bulan, pada 27 Maret 2014, IMB Hotel Amaris Malioboro telah terbit dengan nomor 0226/GT/2014-1867/01. Continue reading

Lonceng Kematian Gerakan Pelestarian Pusaka Indonesia

Evaluasi atas Kiprah Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI)

Screenshot from 2015-04-19 22:25:14

Sabtu, 18 April 2015 kemarin diperingati sebagai Hari Monumen dan Situs Internasional sebagai kelanjutan inisiatif International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) sejak tahun 1982. Jaringan yang dihimpun oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) turut menyambut gelaran ini dengan beberapa agenda. Hanya dua hari setelah gugatan warga Rembang dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) atas pendirian pabrik semen di Rembang ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Namun, kasus Rembang bahkan tak tersentuh oleh keriuhan perayaan jaringan pelestari pusaka di Indonesia. Ironis?

Continue reading

(Konservasi) Pusaka dalam Genggaman

Memetakan Potensi Strategi Digital untuk Pelestarian Pusaka Indonesia (1) (2)

1. Wajah Pusaka dalam Media Baru (New Media) di Indonesia

Screenshot from 2014-07-01 21:49:51

Heritage is in Your Hand; poster kampanye gerakan Pantau Pusaka Indonesia – Indonesian Heritage Inventory (Kredit poster: Abdullah Rofii)

Sekumpulan orang yang berasal dari daerah yang berbeda bisa bergerak bersama untuk satu minat. Minat yang sama pada penjelajahan situs-situs kuno mendorong orang-orang ini untuk berkumpul. Padahal, mereka tinggal di kota-kota atau daerah yang berbeda, ada yang di Yogyakarta, beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa timur, bahkan di Bali, dan Sumatera. Minat dan hobi “blusukan” ke situs-situs purbakala itu dikomunikasikan, antara lain memanfaatkan media jejaring sosial Facebook. Komunikasi lintas usia dan latar belakang itu kemudian menjadi pemicu dibentuknya komunitas sebagai penanda identitas pada Oktober 2009. Mereka menamakan dirinya Gerombolan Pemburu Batu (Bol Brutu). Ada lebih dari 300 anggota yang tergabung dalam Group Facebook Bol Brutu (3). Sebagian di antara mereka bahkan ada yang saat ini tidak berada di Indonesia, seperti di Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Menariknya, hampir tak ada anggota kelompok ini yang berlatar belakang arkeologi. Mereka hanya punya niat belajar yang besar dan rasa ingin tahu. Jadi, kegiatan seperti mendatangi situs purbakala, mendokumentasikan, dan kemudian menginformasikannya ke media online, seperti Facebook dan blog menjadi rutin (4). Continue reading

Pertanyaan untuk Peserta dan Panitia Sayembara Malioboro

5334cfaf23dc7

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Sayembara Penataan Kawasan Malioboro. Hadiah utama sayembara terbuka ini mencapai Rp 100.000.000. Penataan yang diharapkan dapat mencakup wilayah Jl. Pangurakan, Jl. Marga Mulya, Malioboro, dan Jl. Marga Utama. Inisiatif yang tampak baik, tetapi tetap memunculkan pertanyaan besar tentang tujuan dan dampak dari penyelenggaraan sayembara ini. Hari Senin (09/06/2014), lima besar peserta sayembara ini telah melakukan presentasi tertutup di hadapan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Hari Selasa (10/06/2014), kelima desain akan dipresentasikan ke hadapan publik. Malioboro, salah satu kawasan paling ternama di Yogyakarta, juga menjadi salah satu objek penelitian dan perencanaan terbanyak yang tidak kunjung tuntas terkelola hingga saat ini.

Pertanyaan yang perlu diajukan kepada para peserta sayembara meliputi: Continue reading

Pusaka Peringatan untuk Keberadaban yang Lestari

100_0901 (copy)

Celebrate the International Day on Monuments and Sites 2014. Jauhkan perjuangan pelestarian pusaka dari kepentingan kekuasaan politik dan ekonomi!

“Pusaka Peringatan”, demikian tema perayaan Hari Monumen dan Situs Internasional yang digaungkan oleh International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) pada 18 April 2014 hari ini. Pusaka Peringatan adalah bentuk refleksi yang mencerminkan kebutuhan mendalam manusia untuk mengingat. Pusaka Peringatan adalah salah satu cara untuk mengirimkan memori saya, Anda, kita kepada orang lain. Pusaka Peringatan diwujudkan sebagai kesempatan untuk merenungkan tantangan ‘mengingat’ dalam kehidupan kontemporer saat ini. Pusaka Peringatan bagi dunia mungkin berbentuk seperti The Centenial Hall di Polandia, untuk mengenang kemenangan bangsa Prusia-Jerman atas Napoleon. Atau, seperti monumen perdamaian di Hiroshima untuk mengenang tragedi akhir Perang Dunia II, pengingat kesadaran utk peradaban masa kini. Bagi saya, Pusaka Peringatan itu berbeda, sebagai cara refleksi atas memori saya yang saya nilai penting sebagai pesan untuk diteruskan kepada orang lain.  Continue reading

Surat Terbuka: Tindak Lanjut #SO1Maret untuk Walikota Yogyakarta

Surat terbuka untuk Walikota Yogyakarta diserahkan hari ini (04/03) di Balaikota Yogyakarta oleh perwakilan masyarakat Yogyakarta

Surat Terbuka untuk Walikota Yogyakarta
tentang Pengelolaan Ruang Publik di Jembatan Kewek dan Lingkungannya

Yogyakarta, 4 Maret 2013

Hal : Permohonan Audiensi

Kepada Yth. Walikota Yogyakarta
di tempat

Dengan hormat,

Kami, masyarakat Yogyakarta, telah menemukan fakta bahwa kualitas pengelolaan ruang publik di Kota Yogyakarta sangat buruk dan jauh dari ideal. Banyak kasus privatisasi dan komersialisasi ruang publik Kota Yogyakarta yang terjadi dengan atau tanpa izin dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Salah satu ruang publik yang tidak terkelola dengan baik adalah Jembatan Kewek dan lingkungannya. Jembatan Kewek dan lingkungannya telah ditetapkan sebagai bagian inti dari Kawasan Cagar Budaya Kotabaru di Kota Yogyakarta melalui Keputusan Gubernur DIY No 186/KEP/2011 tanggal 15 Agustus 2011 tentang Penetapan Kawasan Cagar Budaya. Namun, saat ini Jembatan Kewek dan lingkungannya telah disalahgunakan fungsinya untuk penyelenggaraan reklame berupa mural yang tercat pada dinding bangunan. Praktik ini telah melanggar ketentuan izin penyelenggaraan reklame yang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 75 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta No 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame. Hal ini juga telah melanggar ketentuan persyaratan izin pemanfaatan ruang yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Continue reading

Serangan Oemoem 1 Maret Rebut Kembali Jembatan Kewek!

Aksi Lanjutan Merti Kutha Ngayogyakarta

SO 1 Maret

Dukung aksi ini dengan hashtag #SO1Maret

Salah satu tujuan rencana pembangunan jangka menengah Kota Yogyakarta adalah pembentukan citra kota sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan saujana kota. Ada 13 kawasan inti pelestarian citra kota di Yogyakarta yang telah ditetapkan dalam Perda Kota Yogyakarta No 7 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2012 – 2016. Kawasan Kotabaru dengan batas Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Dr. Wahidin, Rel KA Lempuyangan, dan Sungai Code masuk dalam daftar tersebut sebagai tetenger yang menyiratkan citra kejuangan dan pendidikan. Continue reading