Tag Archives: komersialisasi

Surat Terbuka: Tindak Lanjut #SO1Maret untuk Walikota Yogyakarta

Surat terbuka untuk Walikota Yogyakarta diserahkan hari ini (04/03) di Balaikota Yogyakarta oleh perwakilan masyarakat Yogyakarta

Surat Terbuka untuk Walikota Yogyakarta
tentang Pengelolaan Ruang Publik di Jembatan Kewek dan Lingkungannya

Yogyakarta, 4 Maret 2013

Hal : Permohonan Audiensi

Kepada Yth. Walikota Yogyakarta
di tempat

Dengan hormat,

Kami, masyarakat Yogyakarta, telah menemukan fakta bahwa kualitas pengelolaan ruang publik di Kota Yogyakarta sangat buruk dan jauh dari ideal. Banyak kasus privatisasi dan komersialisasi ruang publik Kota Yogyakarta yang terjadi dengan atau tanpa izin dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Salah satu ruang publik yang tidak terkelola dengan baik adalah Jembatan Kewek dan lingkungannya. Jembatan Kewek dan lingkungannya telah ditetapkan sebagai bagian inti dari Kawasan Cagar Budaya Kotabaru di Kota Yogyakarta melalui Keputusan Gubernur DIY No 186/KEP/2011 tanggal 15 Agustus 2011 tentang Penetapan Kawasan Cagar Budaya. Namun, saat ini Jembatan Kewek dan lingkungannya telah disalahgunakan fungsinya untuk penyelenggaraan reklame berupa mural yang tercat pada dinding bangunan. Praktik ini telah melanggar ketentuan izin penyelenggaraan reklame yang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 75 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta No 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame. Hal ini juga telah melanggar ketentuan persyaratan izin pemanfaatan ruang yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Continue reading

Advertisements

Serangan Oemoem 1 Maret Rebut Kembali Jembatan Kewek!

Aksi Lanjutan Merti Kutha Ngayogyakarta

SO 1 Maret

Dukung aksi ini dengan hashtag #SO1Maret

Salah satu tujuan rencana pembangunan jangka menengah Kota Yogyakarta adalah pembentukan citra kota sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan saujana kota. Ada 13 kawasan inti pelestarian citra kota di Yogyakarta yang telah ditetapkan dalam Perda Kota Yogyakarta No 7 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2012 – 2016. Kawasan Kotabaru dengan batas Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Dr. Wahidin, Rel KA Lempuyangan, dan Sungai Code masuk dalam daftar tersebut sebagai tetenger yang menyiratkan citra kejuangan dan pendidikan. Continue reading

Laga Konservasi dan Komersialisasi Ruang Kota

IMG_9910 (copy)

Kota Yogyakarta itu tak terlalu luas, hanya 32,5 KM2, atau sekitar 1,02% dari luas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, Kota Yogyakarta dan perkembangannya menjadi kawasan yang maju pesat dan cenderung sibuk. Hal ini terjadi karena banyaknya pelaku komuter yang mengalir dari wilayah sub-urban di sekeliling kota. Pada siang hari, jumlah orang di kota ini mencapai lebih dari 1 juta orang. Pembangunan beragam sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan warga tetap dan penduduk domisili itu pun meningkat. Pertambahan sampah, limbah, dan polusi yang mengurangi kualitas lingkungan hidup adalah konsekuensi yang harus diterima. Perubahan gaya hidup dan pertumbuhan penduduk pun memicu ancaman perusakan dan kerusakan pada aset kota hingga degradasi kualitas hidup berkota warganya. Continue reading