Tag Archives: kawasan pusaka

Serangan Oemoem 1 Maret Rebut Kembali Jembatan Kewek!

Aksi Lanjutan Merti Kutha Ngayogyakarta

SO 1 Maret

Dukung aksi ini dengan hashtag #SO1Maret

Salah satu tujuan rencana pembangunan jangka menengah Kota Yogyakarta adalah pembentukan citra kota sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan saujana kota. Ada 13 kawasan inti pelestarian citra kota di Yogyakarta yang telah ditetapkan dalam Perda Kota Yogyakarta No 7 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2012 – 2016. Kawasan Kotabaru dengan batas Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Dr. Wahidin, Rel KA Lempuyangan, dan Sungai Code masuk dalam daftar tersebut sebagai tetenger yang menyiratkan citra kejuangan dan pendidikan. Continue reading

Merti Kutha Ngayogyakarta

Undangan Terbuka (10/02): Masyarakat Berdaya Benahi Ruang Kota

Merti Kutha

Minggu (10/02) pukul 07.00 – 11.00, masyarakat Yogyakarta bergerak membenahi ruang kota. Rute sepanjang Gondolayu – Tugu – Mangkubumi – Kewek akan dijalani dalam rangka gelaran “Merti Kutha”. Merti Kutha adalah tanggapan masyarakat Yogyakarta atas kondisi ruang publik kota yang mulai terabaikan dan semakin terkomersialisasikan. Bukan hanya sebagai simbol ajakan untuk membersihkan diri dan berbenah, Merti Kutha adalah rangkaian tindakan langsung kolaborasi masyarakat Yogyakarta. Continue reading

Dinamika Pembangunan Kawasan di Yogyakarta; Peluang atau Ancaman

Pendidikan Pusaka untuk Pengurangan Risiko Bencana di Kawasan Pusaka Daerah Istimewa Yogyakarta dan Sekitarnya (Bagian 2 – dari 5 Bagian)

Peta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Sumber: Bakosurtanal)

Peta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Sumber: Bakosurtanal)

I. Pertumbuhan Penduduk

Sejak awal Yogyakarta telah memiliki daya tarik, selain sebagai bekas ibukota kerajaan. Yogyakarta sempat menjadi ibukota Republik Indonesia pada tahun 1946 – 1950. Kota ini menjadi pusat revolusi yang mempelopori perubahan-perubahan sosial politik hingga menjalar ke seluruh Indonesia (Soemardjan, 2009). Iklim pembaharu itu terus tumbuh seiring mewujudnya kota ini sebagai kota pendidikan. Diawali dengan berdirinya Universitas Gadjah Mada pada tahun 1949, puluhan perguruan tinggi didirikan di wilayah kota dan sekitarnya. Kota Yogyakarta pun berkembang pesat dengan laju pertumbuhan penduduk 1,9%. Pada tahun 2008, penduduk kota ini berjumlah 456.915 orang. Dengan luas wilayah 32,50 km persegi, kepadatan penduduk kota ini mencapai 13.881 jiwa per km persegi (BPS Kota Yogyakarta, 2009). Continue reading