Tag Archives: Difabel

Habiskan Anggaran Besar, Trotoar Baru Jl. Pasar Kembang Sulit Diakses Warga Difabel

Revitalisasi trotoar Jl. Pasar Kembang, Yogyakarta oleh PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) selama kurun waktu 2017-2018 ternyata belum menghasilkan aksesibilitas yang baik. Warga difabel masih kesulitan untuk mengakses trotoar baru yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar itu. Pemasangan bollard (patok/tiang pembatas) yang ditujukan untuk mencegah penyalahgunaan trotoar, justru menghalangi guidingblock tunanetra dan terlalu sempit untuk dilalui kursi roda. Continue reading

Seberapa Ramah Ruang Publik Yogyakarta bagi Kelompok Rentan?

Jalan Panjang Advokasi Aksesibilitas bagi Warga Kota

Screenshot from 2016-01-04 22:27:12

Ada 8.335 penyandang disabilitas fisik di Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta (BPS DIY, 2015). Sebanyak 556 di antaranya tinggal di Kota Yogyakarta. Jumlah itu belum termasuk 3.049 tuna netra dan tipe penyandang disabilitas lainnya. Jumlah yang cukup besar, tetapi tidak banyak dari mereka bisa kita jumpai hadir di ruang-ruang publik kota, perkotaan, atau desa. Ketidakhadiran mereka di ruang publik bukan berarti karena mereka tidak ada atau tidak mau bersosialisasi, tetapi karena aksesibilitas ruang publik yang sangat buruk. Akhirnya, banyak dari penyandang disabilitas yang memilih diam di rumah daripada menghadapi kesulitan dalam perjalanan yang sebenarnya mereka idamkan. Continue reading