Tag Archives: Data

Satu Data dengan Sistem Informasi Desa

Pemerintah mengakui bahwa selama ini belanja perangkat lunak (aplikasi) dan lisensi perangkat lunak sangat tidak efisien. Setiap tahun, pemerintah rata-rata menghabiskan anggaran lebih dari Rp 4.230.000.000.000,- (empat triliun dua ratus tiga puluh miliar rupiah) untuk belanja teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Total belanja TIK pemerintah periode 2014-2016 saja mencapai lebih dari Rp 12.700.000.000.000,- (dua belas triliuan tujuh ratus miliar rupiah). Tren ini meningkat setiap tahun. Namun, dari biaya sebesar itu, ditemukan bahwa 65 persen dari belanja TIK pemerintah itu digunakan untuk membangun aplikasi yang sejenis antar instansi pemerintah. Dari 2700 pusat data di 630 instansi pusat dan pemerintah daerah (data Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2018), tingkat penggunaannya pun secara nasional rata-rata hanya 30 persen dari kapasitasnya.

Continue reading

Advertisements

(Konservasi) Pusaka dalam Genggaman

Memetakan Potensi Strategi Digital untuk Pelestarian Pusaka Indonesia (1) (2)

1. Wajah Pusaka dalam Media Baru (New Media) di Indonesia

Screenshot from 2014-07-01 21:49:51

Heritage is in Your Hand; poster kampanye gerakan Pantau Pusaka Indonesia – Indonesian Heritage Inventory (Kredit poster: Abdullah Rofii)

Sekumpulan orang yang berasal dari daerah yang berbeda bisa bergerak bersama untuk satu minat. Minat yang sama pada penjelajahan situs-situs kuno mendorong orang-orang ini untuk berkumpul. Padahal, mereka tinggal di kota-kota atau daerah yang berbeda, ada yang di Yogyakarta, beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa timur, bahkan di Bali, dan Sumatera. Minat dan hobi “blusukan” ke situs-situs purbakala itu dikomunikasikan, antara lain memanfaatkan media jejaring sosial Facebook. Komunikasi lintas usia dan latar belakang itu kemudian menjadi pemicu dibentuknya komunitas sebagai penanda identitas pada Oktober 2009. Mereka menamakan dirinya Gerombolan Pemburu Batu (Bol Brutu). Ada lebih dari 300 anggota yang tergabung dalam Group Facebook Bol Brutu (3). Sebagian di antara mereka bahkan ada yang saat ini tidak berada di Indonesia, seperti di Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Menariknya, hampir tak ada anggota kelompok ini yang berlatar belakang arkeologi. Mereka hanya punya niat belajar yang besar dan rasa ingin tahu. Jadi, kegiatan seperti mendatangi situs purbakala, mendokumentasikan, dan kemudian menginformasikannya ke media online, seperti Facebook dan blog menjadi rutin (4). Continue reading

Kota Yogyakarta punya 456 Bangunan Cagar Budaya

Kota Yogyakarta tercatat memiliki 456 Bangunan Cagar Budaya (BCB) & Bangunan Warisan Budaya (BWB). Data ini didapatkan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta. Data termutakhir adalah hasil pendataan tahun 2012. Dalam dokumen awal dari dinas, ada dua BCB yang tertuliskan ulang di dua kecamatan yang berbeda. Data yang tertampilkan ini telah diolah dan diperiksa, sehingga menghasilkan jumlah 456 tersebut. Jika Anda memiliki dokumen berisi data yang sama, sila diperbandingkan dengan data ini.

Tampilkan dalam format Fusion Table

Data ini ditampilkan dalam portal Indonesian Heritage Inventory – Pantau Pusaka Indonesia (http://heritageinventory.web.id).