Satu Tahun #BelakangHotel; Ini Bukan Sekedar Film

Kerja Bersama sebagai Warga Berdaya


Rabu, 14 Januari 2015 malam, film ‪#‎BelakangHotel‬ ditayangkan perdana kepada publik di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosumantri (PKKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Respon publik sangat luar biasa. Ratusan orang hadir untuk menonton film yang dikemas dalam konsep multiplex sederhana. Namun, ini bukan sekedar soal film, tapi soal isu dan masalah yang seharusnya bisa kita tanggulangi bersama. Film ini bukan jawaban, melainkan sebuah ajakan terbuka untuk bergerak. Ada energi yang harus terus dipelihara sebagai warga yang berdaya.

Film “Belakang Hotel” yang diproduksi secara gotong-royong oleh Watchdoc beserta para jurnalis video dan komunitas warga di Yogyakarta ini mendokumentasikan bagaimana dampak keringnya air sumur warga di kampung Miliran, kampung Gowongan, dan kampung Penumping. Ketiga kampung itu berada tepat di belakang gedung hotel yang dibangun dan beroperasi dalam kurun waktu 2-3 tahun yang terakhir. Kasus ini merupakan puncak gunung es dari hal yang cukup kompleks, mulai dari urusan perizinan dan pengelolaan tata ruang kota, dan sumber daya publik yang terkandung di dalamnya. Walaupun kini air telah kembali karena musim hujan sudah tiba, tetapi upaya mitigatif harus dilakukan agar “Jogja Asat” tidak terulang di waktu-waktu ke depan.

Pemutaran film dipilih sebagai salah satu strategi untuk mendorong keterlibatan aktif warga dan siapa saja yang memiliki kepedulian pada kelestarian dan keadilan pemanfaatan sumber daya lingkungan. Film #BelakangHotel adalah salah satu media yang dipilih untuk membuka mata dan membuka jalan mempertemukan lebih banyak warga, baik warga yang terdampak maupun warga yang ingin memberikan kontribusi aksi. Seri pemutaran film #BelakangHotel pun telah dilakukan di berbagai kampung dan kampus dengan melibatkan banyak pihak. Strategi tersebut sejauh ini berhasil menguatkan jaringan antar warga lintas kampung dan lintas komunitas yang sebelumnya belum cukup terbuka. Film #BelakangHotel menjadi salah satu simpul pembuka komunikasi untuk menggali segala permasalahan dan solusi sebagai kepentingan bersama warga di Yogyakarta, wujud nyata pesan perjuangan #JogjaOraDidol.

Dokumentasi acara pemutaran film #BelakangHotel dan diskusi warga di RT 01 Plemburan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman pada Sabtu, 31 Januari 2015. Warga RT 01 tetap kompak tolak rencana pembangunan apartemen oleh pengembang Hutama Karya Realtindo. Jika IMB apartemen ini bisa terbit maka berarti ada indikasi pelanggaran prosedur perizinan. Rencana proyek apartemen itu kini mandeg.

Sejumlah riset, mulai dari tugas kuliah hingga disertasi, seri diskusi, dan penciptaan karya seni pun bermunculan di sepanjang tahun 2015 dengan merujuk isu yang diangkat dalam film #BelakangHotel. Respon dalam bentuk karya ilmiah dan karya seni itu pun diharapkan menjadi resonansi yang dapat menguatkan pesan mengenai keberdayaan warga menghadapi ancaman perubahan yang kini sedang terjadi di Yogyakarta. Ragam pemikiran dan solusi akan terus didorong untuk digiatkan oleh gerakan warga berdaya melalui proses pendidikan kritis kepada publik tentang tata ruang dan lingkungan yang digelar di kampung dan kampus di seantero Yogyakarta. Perbaikan kondisi lingkungan melalui terbangunnya pemahaman kritis pada komunitas warga adalah tujuan dari gerakan ini.

Apapun namanya, gerakan inisiatif warga sudah berjalan. Namun, disadari, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan, untuk menerjemahkan beragam kajian yang telah ada tersebut ke ranah laku di masyarakat. Disadari pula bahwa isu yang dimunculkan melalui film #BelakangHotel juga baru merupakan satu dari kompleksitas sekian ragam isu yang mewarnai Yogyakarta. Isu hotel dan Kota Yogyakarta menjadi penanda awal dari gerakan yang akan semakin dalam menyentuh lebih banyak isu dan kawasan yang lebih luas. Kerja-kerja untuk menghubungkan beragam isu menjadi dasar bagi warga untuk menguatkan kerja bersama menjaga lingkungan adalah langkah besar berikutnya. Terbuka bagi siapapun kita untuk bisa saling mempelopori agenda-agenda aksi untuk perubahan ini. Semoga, kita semua adalah warga yang berdaya, yakni warga yang tidak diam saat ada masalah, selalu berupaya untuk membantu menyelesaikan masalah, dan selalu menjaga prinsip untuk tidak menjadi bagian dari masalah.

Elanto Wijoyono
di Yogyakarta

Kredit Foto:
– Dwe Rachmanto (IVAA)
– Twitter @wargaberdaya
– Kota untuk Manusia FB Page: https://web.facebook.com/kotauntukmanusia/)

Bahan Bacaan

Idhom, Addi Mawahibun. 2015. Yogyakarta Bicara Hotel dan Kampung di Belakangnya. Tempo.co. http://travel.tempo.co/read/news/2015/01/08/203633449/yogyakarta-bicara-hotel-dan-kampung-di-belakangnya

Warga Berdaya. 2015. Melihat Yogyakarta Lewat #BelakangHotel. Warga Berdaya. https://wargaberdaya.wordpress.com/2015/01/10/14012015-melihat-yogyakarta-lewat-belakanghotel/

Watchdoc. 2015. Belakang Hotel (Full Movie). Watchdoc; Indonesia Documentary Channel. http://watchdoc.co.id/2015/02/belakang-hotel-full-movie/

Zakaria, Anang. 2015. Gara-Gara Tonton “Di Belakang Hotel”, Sultan Jadi Sadar. Tempo.co. http://nasional.tempo.co/read/news/2015/03/31/058654380/gara-gara-tonton-di-belakang-hotel-sultan-jadi-sadar

One thought on “Satu Tahun #BelakangHotel; Ini Bukan Sekedar Film

  1. perumahan di sidoarjo

    ironis juga kadang melihat banyak hal di negeri ini. sebagai rakyat jelata yang tak punya kuasa kadang tidak tahu harus berbuat apa untuk itu semua.
    memang sangat perlu sekali menularkan energi-energi untuk bergerak maju seperti dalam pemutaran film “belakang hotel” tersebut

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s