Arkeologi untuk Masa Depan yang Bermartabat

2014 09 22 - Harta Karun Gondolayu Lor (copy)
Sebagai orang yang pernah belajar ilmu arkeologi, saya melihat para pelaku di ranah ini cenderung mempedulikan dan mengurusi objek arkeologis saja. Objek atau entitas lain akan cenderung diabaikan. Banyak arkeolog dan juga pegawai di ranah arkeologi dalam kerja-kerjanya selalu memilah, ini arkeologis, itu tidak arkeologis; ini cagar budaya, itu tidak cagar budaya. Akibatnya, ilmu ini relatif sulit membumi walaupun memiliki banyak peminat. Ilmu ini dianggap tidak memiliki peran langsung terhadap kehidupan masyarakat, selain soal nilai dan jati diri yang terlalu sering digembar-gemborkan itu.

Kita baca tentang Pompei yang terkubur material letusan Gunungapi Vesuvius pada tahun 79 Masehi. Kita tahu sejumlah kerajaan yang terkubur material letusan Gunungapi Tambora pada tahun 1815. Juga, kita tahu desa-desa di Cangkringan, Sleman yang terkubur material letusan Gunungapi Merapi pada tahun 2010. Kita mengaku belajar tentang sejarah peradaban, tetapi hanya asyik menggali kepiluan peradaban masa lalu sebagai data. Kita tak lantas segera bisa mengamalkan informasi tentang sejarah geologi dan sejarah bencana itu untuk menyelamatkan peradaban masa kini atau masa depan.

Pegiat di ranah arkeologi juga mempelajari sejarah dan arkeologi perkotaan. Kita belajar bahwa banyak kota, baik yang sudah runtuh maupun yang masih berkembang, berdiri di atas sejumlah lapisan masa dan budaya. Nah, akankah kita kemudian hanya cukup merasa asyik ketika di masa depan mendapatkan temuan bahwa kota Yogyakarta adalah himpunan gedung-gedung megah yang berdiri di atas bekas-bekas perkampungan? Atau akankah kita merasa tertampar ketika di masa depan menemukan bahwa kota Yogyakarta adalah deretan gedung-gedung besar yang berdiri di atas bekas kawasan cagar budaya?

Screenshot from 2014-09-25 23:02:25
Paradigma bahwa arkeologi menggali pelajaran peradaban sebelumnya hingga kini untuk memberikan arah bagi peradaban kini dan di masa depan semoga tak hanya berhenti di ruang kuliah. Ada hal besar dalam perencanaan dan pembangunan yang bisa diperankan oleh ilmu ini di luar sana, di masyarakat. Berperanlah lebih besar! Temukan dan kuasai, untuk menyiapkan pusaka (heritage) masa depan secara bermartabat!

(Elanto Wijoyono)

2 thoughts on “Arkeologi untuk Masa Depan yang Bermartabat

  1. Pingback: Pelestarian Jejak Bencana sebagai Pusaka Peradaban | Elanto Wijoyono

  2. Pingback: Sejarah Pelestarian dan Masa Depan Peradaban; Pelajaran untuk Bebas dari Pembangunan | Elanto Wijoyono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s