Mengembalikan Ingatan Warga: Trotoar adalah Ruang Publik

10610918_10152363930774195_5722752796687918871_nMungkin tidak tampak luar biasa. Duduk dan makan di trotoar adalah hal wajar bagi kebanyakan dari kita. Namun, makan bekal sendiri yang dibawa dari rumah, di taman yang berada trotoar kota, mungkin jarang kita lakukan. Kita sering duduk, ngobrol, makan di trotoar hanya jika ada warung PKL di sana.

Ruas trotoar di Jl. Margo Utama (Mangkubumi) Yogyakarta adalah sedikit dari trotoar yang nyaman untuk sirkulasi dan aktivitas luar ruang di Yogyakarta. Ruang trotoar yang cukup lebar sangat nyaman untuk berjalan kaki atau sekedar duduk menikmati sisa-sisa atmosfer kota bersejarah ini. Dua halte Trans Jogja di ruas jalan ini juga mendukung mobilitas cerdas warga kota, walaupun halte itu juga merampas sebagian ruang trotoar.

Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 26 Tahun 2002 tentang Penataan Pedagang Kakilima yang dilengkapi dengan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 62 Tahun 2009 tentang Perubahan Perwal Yogyakarta Nomor 45 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Kota Yogyakarta Nomor 26 Tahun 2002 tentang Penataan Pedagang Kaki Lima adalah bagian dari paket peraturan di Yogyakarta yang mengatur tentang keadaan trotoar. Ada ruang-ruang trotoar yang diperbolehkan digunakan sebagai ruang berdagang Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan izin tertentu. Dengan segala hiruk pikuknya, PKL di Yogyakarta telah berjasa membangun karakter kota ini sebagai kota yang hidup ruang publiknya. Harus diakui, masih ada banyak pekerjaan rumah untuk mengelola ruang trotoar untuk PKL agar lebih sehat dan tidak menganeksasi ruang publik menjadi privat.

Jl. Margo Utomo sisi barat telah dilarang untuk berjualan PKL. Sementara, sisi timur masih diperbolehkan untuk jualan PKL. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, jumlah PKL di sisi timur jalan juga mulai berkurang, sejalan dengan bertumbuhnya hotel-hotel baru di kawasan utama kota itu. Hotel-hotel berbintang yang beroperasi di ruas Jalan Margo Utomo melarang area depan hotel (trotoar) digunakan sebagai tempat jualan PKL. Namun, ruang yang sejatinya bersifat publik itu kemudian justru digunakan oleh pihak manajemen hotel sebagai ruang privat. The 1O1 Yogyakarta Tugu Hotel misalnya, menggunakan trotoar depan hotel sebagai bagian dari lokasi parkir mobil. Sementara, Hotel Grand Zuri menggunakan trotoar di depan hotel sebagai lokasi restoran terbuka.

Situasi trotoar di depan The 1O1 Yogyakarta Tugu Hotel – Foto: Agung Botol (https://www.facebook.com/agung.botol)

100_5899 (copy)

Situasi trotoar di depan Grand Zuri Hotel

Sekilas, publik akan merasa dinyamankan dengan kondisi trotoar yang menjadi lebih rapi dan bersih. Namun, apakah ruang tersebut kemudian akan menjadi tetap bersifat publik? Apakah kemudian, publik/masyarakat umum akan mau beraktivitas di ruang itu, tanpa terpilah kelas sosialnya? Jangan-jangan, ruang-ruang rapi, bersih, dan penuh simbol modernitas itu kini menjelma menjadi ruang publik semu.

Melakukan kegiatan sederhana, seperti duduk dan makan bekal dari rumah, di taman trotoar milik jalan adalah salah satu cara untuk mengembalikan ingatan publik bahwa: Trotoar adalah Ruang Publik. Warga kota, pengunjung kota, dan publik secara umum harus terus menjaga dan membangun ingatan itu karena kini kita mudah lupa dan dipaksa lupa, sehingga akhirnya kehilangan banyak ruang publik yang tiba-tiba menjadi ruang publik semu atau bahkan ruang privat.

Trotoar sebagai ruang publik harus tetap menjadi ruang yang mendukung mobilitas cerdas. Semua kegiatan di atasnya tidak boleh mengganggu sirkulasi dan interaksi sosial warga/publik kota yang sehat. Kegiatan yang hanya menguntungkan sebagian pihak atau sekelompok orang saja seharusnya tidak diberi izin/dibatasi ruang hidupnya di ruang bersama bernama “trotoar”.

Trotoar adalah ruang interaksi, bukan ruang kompetisi.

(Elanto Wijoyono)

——–

Lokasi: trotoar depan Grand Zuri Hotel Jl. Margo Utomo No. 18 Yogyakarta
Waktu perekaman: Sabtu, 9 Agustus 2014 pk 17.00
Foto: Adriani Zulivan, Elanto Wijoyono
Kameraman: @adrianizulivan

One thought on “Mengembalikan Ingatan Warga: Trotoar adalah Ruang Publik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s