Pusaka Peringatan untuk Keberadaban yang Lestari

100_0901 (copy)

Celebrate the International Day on Monuments and Sites 2014. Jauhkan perjuangan pelestarian pusaka dari kepentingan kekuasaan politik dan ekonomi!

“Pusaka Peringatan”, demikian tema perayaan Hari Monumen dan Situs Internasional yang digaungkan oleh International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) pada 18 April 2014 hari ini. Pusaka Peringatan adalah bentuk refleksi yang mencerminkan kebutuhan mendalam manusia untuk mengingat. Pusaka Peringatan adalah salah satu cara untuk mengirimkan memori saya, Anda, kita kepada orang lain. Pusaka Peringatan diwujudkan sebagai kesempatan untuk merenungkan tantangan ‘mengingat’ dalam kehidupan kontemporer saat ini. Pusaka Peringatan bagi dunia mungkin berbentuk seperti The Centenial Hall di Polandia, untuk mengenang kemenangan bangsa Prusia-Jerman atas Napoleon. Atau, seperti monumen perdamaian di Hiroshima untuk mengenang tragedi akhir Perang Dunia II, pengingat kesadaran utk peradaban masa kini. Bagi saya, Pusaka Peringatan itu berbeda, sebagai cara refleksi atas memori saya yang saya nilai penting sebagai pesan untuk diteruskan kepada orang lain. 

Alun-Alun Utara Kraton Yogyakarta adalah Pusaka Peringatan tentang ketidaktegasan pemerintah daerah yang menyerahkan situs bersejarah itu kepada mafia parkir. Jembatan Kewek Yogyakarta adalah Pusaka Peringatan tentang lemahnya penegakan aturan hukum terhadap komersialisasi ruang publik bersejarah. Kotagede adalah Pusaka Peringatan tentang kekuatan besar atas nama konservasi yang merusak jalinan modal sosial komunitas setempat. Bukit Bakal Borobudur adalah Pusaka Peringatan tentang bebasnya gurita pemodal besar yang bisa caplok dan kuasai lahan rakyat di kawasan pusaka. Terjan di Rembang adalah Pusaka Peringatan tentang ketidakpedulian pengambil keputusan yang membenturkan ketamakan penambang dengan masyarakat pelestari. Trowulan adalah Pusaka Peringatan tentang perebutan panggung unjuk diri atas nama konservasi untuk kepentingan pribadi. Daftar ini masih panjang dan mungkin tak akan pernah habis. Pusaka Peringatan, Heritage of Commemoration, untuk Indonesia itu berbeda.

Pusaka Peringatan untuk Indonesia adalah monumen dan situs, yang seharusnya lestari, tetapi justru jadi sarana berebut citra dan kuasa. Masyarakat Indonesia terlalu mudah lupa. Pusaka Peringatan telah menjadi wujud refleksi atas kehidupan kekinian yang tak lagi lestari. Pusaka Peringatan memberi cara baru bagi kita untuk menghargai kemurahan/kebaikan alam dan pengorbanan rakyat untuk kelestarian yang seharusnya tak dikhianati. Pusaka Peringatan memberikan pelajaran bagi kita agar bisa jujur, sadar diri, saling menghormati,  dan bertanggung jawab untuk keberadaban yang lestari.

(Elanto Wijoyono)

One thought on “Pusaka Peringatan untuk Keberadaban yang Lestari

  1. Pingback: Sejarah Pelestarian dan Masa Depan Peradaban; Pelajaran untuk Bebas dari Pembangunan | Elanto Wijoyono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s