Harapan Palsu untuk Jembatan Kewek

Mural Iklan di Jembatan Kewek, Yogyakarta

Mural Iklan di Jembatan Kewek, Yogyakarta

Pengiklan Mengaku Dapat Kompensasi Perpanjangan Mural Iklan

Dalam kasus penyelenggaraan reklame berupa mural iklan di Jembatan Kewek, Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan dua kesalahan besar. Pertama, pemerintah kota telah memberikan izin penyelenggaraan mural iklan yang tak ada aturannya dalam Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Nomor 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaran Reklame. Kedua, pemerintah kota tidak segera menindak secara pidana penyelenggara mural iklan di Jembatan Kewek yang telah melanggar batas waktu izin penyelenggaraan reklame. Pada Perda Kota Yogyakarta No. 8/1998, tak ada aturan yang berikan izin mural (wall painting) iklan sebagai reklame. Namun, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Yogyakarta (Perwal No. 75/2009; Perwal No. 18/2011) memberikan izin itu sebagai reklame jenis billboard tanpa cahaya (Harian Jogja, 24/07). Padahal, tak ada ketentuan itu dalam perda tentang penyelenggaraan reklame.

Kini, muncul pemutarbalikan fakta yang dikeluarkan oleh pihak pengiklan, dengan seolah merujuk pada kesepakatan bersama dengan para pihak. Dalam satu artikel di koran Tribun Jogja edisi 25 Juli 2013, pengiklan mengaku mendapatkan kompensasi izin bahwa mural iklan itu boleh tidak ditutup setelah izin iklan selesai. Disebutkan bahwa kompensasi itu adalah hasil pertemuan dengan para pihak. Padahal, tak pernah ada kesepakatan itu. Secara hukum, pelanggaran atas batas izin penyelenggaraan reklame dapat diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan denda paling banyak Rp 50.000 (lima puluh ribu rupiah). Hukum kadaluwarsa yang ditetapkan dalam Perda Kota Yogyakarta No. 8/1998 itu yang mungkin menyebabkan pihak pengiklan merasa tidak takut dan bahkan menyepelekan.

Pada tanggal 14/04/2013 Pemerintah Kota Yogyakarta memang mengadakan pertemuan untuk membahas kasus Jembatan Kewek, tetapi bersifat informal di sebuah warung di ringroad timur. Pertemuan itu semacam sarasehan saja untuk membahas kasus ini dengan para pihak. Pertemuan di warung saat itu dihadiri jajaran dinas terkait, pihak pengiklan, dan perwakilan masyarakat, baik yang pro maupun yang kontra dengan gerakan Merti Kutha. Tak ada kesepakatan beri kompensasi dalam pertemuan itu. Tak ada bahasan tentang kompensasi dengan siapapun karena memang penyelenggaraan mural iklan di Jembatan Kewek itu cacat hukum.

Jadi, sekarang kita tunggu gerak cepat dan serius Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menindak pelanggaran di Jembatan Kewek yang masuk Kawasan Cagar Budaya Kotabaru ini (diatur dalam Pergub D.I. Yogyakarta No. 75/2008) . Kita lihat apakah Pemerintah Kota Yogyakarta akan lebih condong pada kepentingan korporat atau kepada rakyat. Kasus Kewek ini menjadi indikator penting untuk melihat tata kelola pada skala yang lebih luas di tingkat kota. Jembatan Kewek adalah ruang publik di kawasan cagar budaya. Jembatan Kewek bukan aset Pemerintah Kota Yogyakarta, tapi “dijual” kepada pengiklan sebagai ruang reklame. Hal ini menjadi indikator sikap dan kebijakan pemerintah kota terhadap tata kelola kota, apakah tunduk kepada korporat atau fokus urusi rakyat.

Rancangan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta tentang Penyelenggaraan Reklame yang sedang disusun penting utk dikawal. Bahkan, jika perlu, masyarakat dorong agar Yogyakarta menjadi kota tanpa reklame di ruang publik. Yogyakarta penuh dengan komunitas kreatif yang pasti akan mampu menghadirkan solusi komunikasi yang baik dan tepat tanpa menghasilkan sampah visual. Pemerintah Kota Yogyakarta mengaku sudah tidak akan lagi menerbitkan izin reklame berwujud mural (Kedaulatan Rakyat, 24/07). Namun, jangan sampai tekad itu kemudian menghilangkan kewajiban pemerintah kota untuk segera menindak reklame kadaluwarsa di Jembatan Kewek yang sudah habis masa izinnya. Jangan beri harapan palsu dengan janji-janji masa depan tanpa membereskan masalah yang ada di depan mata saat ini.

Ingat, Yogyakarta adalah kota untuk manusia, bukan tempat sampah! Rakyat bukan tukang yang harus menelan dan membersihkan sampah korporat!

(Elanto Wijoyono)

Bahan Bacaan:

Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota

Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame
Peraturan Walikota Yogyakarta No. 75 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame
Peraturan Walikota Yogyakarta No. 18 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perizinan pada Pemerintah Kota Yogyakarta
Peraturan Walikota Yogyakarta No. 37 Tahun 2011 tentang Penerapan Persyaratan Perizinan dan Waktu Pelayanan Perizinan di Lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta
Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No. 75 Tahun 2008 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pembinaan Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya dan Benda Cagar Budaya

Kliping Surat Kabar

Iklan di Fly Over: Dilarang Pasang Iklan di Benton Fly Over. Harian Jogja Edisi, 12 Juni 2013 (http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/12/iklan-di-fly-over-dilarang-pasang-iklan-di-beton-fly-over-414997)
Pemkot Jogja Hentikan Izin Reklame Wall Painting. Harian Jogja Edisi 24 Juli 2013 (http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/24/pemkot-jogja-hentikan-ijin-reklame-wall-painting-430238)
Ery Minta Toleransi 1,5 Bulan; Pemkot Hentikan Izin Reklame Wall Painting. Harian Jogja Edisi 25 Juli 2013 Halaman 9
DPDPK Lepas Reklame Tak Tertib. Koran Sindo Edisi 16 Mei 2013 (http://www.koran-sindo.com/node/314339)
Pemkot Larang Reklame ‘Wall Painting’. Kedaulatan Rakyat Edisi 24 Juli 2013 (http://krjogja.com/read/181506/pemkot-larang-reklame-wall-painting.kr)
Kota Yogyakarta hentikan pemberian izin reklame “wall painting”. AntaraNews.Com Yogyakarta Edisi 24 Juli 2013 (http://www.antarayogya.com/berita/314019/kota-yogyakarta-hentikan-pemberian-izin-reklame-wall-painting)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s