Monthly Archives: March 2013

Tantangan Trayek DAMRI Yogyakarta – Borobudur

Foto-0052

Siapa Ingin Menguasai, Siapa Ingin Melayani

Membangun trayek baru transportasi publik itu tidak mudah. Selain soal koordinasi dan kelengkapan izin administratif, trayek baru juga harus telah mendapatkan “persetujuan” dari operator lain yang terlebih dahulu ada. Prosesnya bisa mudah, tetapi bisa juga susah, apalagi jika pandangan yang dikedepankan adalah semangat untuk menguasai, bukan untuk melayani.

Hari Jumat, 22 Maret 2013 pk 16.00 lalu, saya menjadi penumpang pertama trayek ujicoba Bus DAMRI trayek Yogyakarta – Borobudur. Sejak informasi layanan ini diluncurkan ke publik pada tanggal 15 Maret 2013 lalu, belum ada satu pun yang memanfaatkannya. Promosi dan publikasinya memang masih sangat kurang. Mungkin justru hanya saya yang kemudian berinisiatif membantu melakukan promosi dan publikasi, terutama melalui blog pribadi dan media jejaring sosial. Tanggapan publik cukup baik, tetapi tampaknya belum cukup meyakinkan publik untuk mau atau berani mencoba trayek baru ini. Continue reading

DAMRI Buka Trayek Yogyakarta – Borobudur

Himpunan Twit Series @joeyakarta

Mulai hari Jumat, 15 Maret 2013 P.O. DAMRI membuka trayek Yogyakarta – Borobudur dengan menggunakan bus DAMRI Bandara Adisutjipto. Jadwal layanan bus ini dibuka setiap hari pk 06.00 – 21.30. Tarif yang dikenakan sebesar Rp 35.000/orang. Rute trayek DAMRI Yogyakarta – Borobudur antara Hotel Borobudur Jl. Magelang, Jombor, Sleman – Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang.

Untuk saat ini, layanan bus DAMRI Yogyakarta – Borobudur baru hanya dapat dipesan via 0877 3966 8839 (nomor SMS layanan dan pengaduan). Calon penumpang akan dijemput di Hotel Borobudur (Jombor) atau Taman Wisata Candi Borobudur. Bus akan tetap menjemput/mengangkut walaupun hanya ada 1 penumpang pada rute tersebut. Setelah MoU dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, trayek reguler Yogyakarta – Borobudur akan dilayani 1 jam sekali. Bus DAMRI akan beroperasi hingga area taman di Hotel Manohara.

Trayek impian rute wisata Yogyakarta – Borobudur yang nyaman, aman, tepat waktu, dan tarif pasti telah diwujudkan oleh P.O. DAMRI. Sila manfaatkan layanan ini walaupun masih dalam tahap awal/ujicoba. Kabarkan kepada teman dan kerabat Anda. Publik pun akhirnya punya pilihan moda transportasi baru untuk menuju situs warisan dunia itu. Terima kasih kepada P.O. DAMRI yang telah memberi tanggapan dan tindak lanjut positif terhadap masukan publik.

Surat Terbuka: Tindak Lanjut #SO1Maret untuk Walikota Yogyakarta

Surat terbuka untuk Walikota Yogyakarta diserahkan hari ini (04/03) di Balaikota Yogyakarta oleh perwakilan masyarakat Yogyakarta

Surat Terbuka untuk Walikota Yogyakarta
tentang Pengelolaan Ruang Publik di Jembatan Kewek dan Lingkungannya

Yogyakarta, 4 Maret 2013

Hal : Permohonan Audiensi

Kepada Yth. Walikota Yogyakarta
di tempat

Dengan hormat,

Kami, masyarakat Yogyakarta, telah menemukan fakta bahwa kualitas pengelolaan ruang publik di Kota Yogyakarta sangat buruk dan jauh dari ideal. Banyak kasus privatisasi dan komersialisasi ruang publik Kota Yogyakarta yang terjadi dengan atau tanpa izin dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Salah satu ruang publik yang tidak terkelola dengan baik adalah Jembatan Kewek dan lingkungannya. Jembatan Kewek dan lingkungannya telah ditetapkan sebagai bagian inti dari Kawasan Cagar Budaya Kotabaru di Kota Yogyakarta melalui Keputusan Gubernur DIY No 186/KEP/2011 tanggal 15 Agustus 2011 tentang Penetapan Kawasan Cagar Budaya. Namun, saat ini Jembatan Kewek dan lingkungannya telah disalahgunakan fungsinya untuk penyelenggaraan reklame berupa mural yang tercat pada dinding bangunan. Praktik ini telah melanggar ketentuan izin penyelenggaraan reklame yang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame dan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 75 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta No 8 Tahun 1998 tentang Izin Penyelenggaraan Reklame. Hal ini juga telah melanggar ketentuan persyaratan izin pemanfaatan ruang yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Continue reading

Serangan Oemoem 1 Maret Rebut Kembali Jembatan Kewek!

Aksi Lanjutan Merti Kutha Ngayogyakarta

SO 1 Maret

Dukung aksi ini dengan hashtag #SO1Maret

Salah satu tujuan rencana pembangunan jangka menengah Kota Yogyakarta adalah pembentukan citra kota sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan saujana kota. Ada 13 kawasan inti pelestarian citra kota di Yogyakarta yang telah ditetapkan dalam Perda Kota Yogyakarta No 7 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2012 – 2016. Kawasan Kotabaru dengan batas Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Dr. Wahidin, Rel KA Lempuyangan, dan Sungai Code masuk dalam daftar tersebut sebagai tetenger yang menyiratkan citra kejuangan dan pendidikan. Continue reading