Kenapa ROKOK tidak perlu dilestarikan?

Pernyataan di bawah ini sangat khas muncul dari pihak yang memiliki kepentingan kuat dengan industri rokok.

RT @siberang ironis, padahal @adrianizulivan adalah pendukung gerakan pelestarian pusaka nusantara. Lah kok malah mau ngehancurin kretek, #savekretek

Jadi, bagaimana cara untuk menghadapi dan menanggapi pola pikir merusak seperti di atas? Sebagai sebuah landasan pikir tentang strategi kebudayaan yang baru untuk hadapi otak-otak penuh asap, sebuah catatan aku tulis di bawah ini.

Inti dari kebudayaan adalah pembelajaran hidup dari generasi ke generasi.

Setiap peradaban yang cerdas dan bijak pasti bisa memilah dan memilih bagian budaya apa yg patut dijaga dan dilestarikan. Pelestarian bukan aksi pasif, tetapi aktif. Langkah pelestarian adalah terus menggali bentuk budaya apa saja yang terbaik untuk dijaga dan diwariskan ke anak cucu.

Bumi sudah semakin tua, peradaban semakin tak terkendali, sumber daya alam semakin menipis, maka harus ada strategi kebudayaan yg kuat, tegas, dan cerdas agar peradaban pemilik kebudayaan itu sendiri tidak punah.

Inti dari pelestarian adalah melestarikan prinsip dan pola pikir yang terbaik dari masa ke masa. Artefak itu penting dan bisa dilestarikan sebagai penanda capaian zaman. Namun, lebih penting adalah melestarikan peradaban dengan mencari pola pikir terbaik dari setiap masa.

Rokok adalah salah satu produk budaya yang harus dilihat kembali kebermanfaatannya bagi peradaban di muka bumi. Aktivis pelestarian harus dengan sadar melihat rokok sebagai artefak budaya yang memberikan dampak seperti apa pada peradaban dari masa ke masa. Untuk membangun pusaka masa depan, bagi anak cucu kita, pelestari sejati pasti akan secara sadar memilih produk budaya dan pola kreasi budaya apa yang harus terus diadakan, dan apa yang harus dikurangi/tidak dilakukan lagi.

Dalam diskusi tentang #rokok, pada satu tahap tidak perlu lagi melihat siapa yg berbicara, tetapi esensi apa yg dibicarakan. Kita bicara dampak rokok bagi kesehatan makhluk, manusia, peradaban; yg otomatis akan beri dampak pada kelestarian budaya. Rokok jelas terbukti secara ilmiah memiliki kekuatan perusak, terlebih hal itu didukung dengan perilaku perokok yang tidak toleran, masa bodoh, dan egois. Hal itu sama sekali tidak mencerminkan kearifan lokal yang sering diagungkan dan dibanggakan secara berbusa-busa.

Hal sederhana tentang mengatur agar perokok tidak mengganggu hak hidup sehat manusia lain yang tidak merokok selalu dikaitkan dengan isu lain, dialihkan, menjadi seolah begitu kompleks situasinya. Diskusi menjadi tidak proporsional ketika urusan mengatur perilaku perokok yang kurang ajar terhadap kelompok manusia sederhana yang ingin hidup sehat dikaitkan dengan analisis sok nasionalis mengangkat taraf hidup masyarakat dan melestarikan akar tradisi. Apa benar rokok mengangkat taraf hidup masyarakat? Kelompok masyarakat yang apa?

Inti dari kelestarian budaya adalah kelestarian manusia, pemegang peradaban itu sendiri. Jika manusianya sakit, peradaban itu lemah, dan tak akan mungkin mampu menciptakan karya dan karsa budaya yang semakin baik di masa depan. Rokok dan kretek sudah saatnya dilestarikan sebagai aset museum saja. Dampaknya terlalu mahal bagi kesehatan masyarakat, dari anak-anak hingga orang tua. Dampak ekonominya juga sangat besar, terlalu besar bagi negara kaya seperti Indonesia. Kita semakin miskin dan sengsara karena rokok, bukan justru semakin kaya dan sejahtera. Peradaban ini akan jauh lebih baik ketika bisa meninggalkan bentuk-bentuk budaya yang berdampak merusak dan tak bijak. Ini semua demi untuk membangun pusaka budaya nusantara di masa depan yang lebih baik.

Pertanyaan berikutnya sederhana; mau atau tidak!?

Yogyakarta, 22 Januari 2012

Elanto Wijoyono

13 thoughts on “Kenapa ROKOK tidak perlu dilestarikan?

  1. woro tyas

    setuju, pertanyaannya memang hanya mau atau tidak. Diskusi panjang akan banyak pembenaran masing-masing, yang rasa-rasanya membuang energi…

    Reply
  2. elantowow Post author

    Pembaca yg baik

    Buang jauh2 pikiran konspiratif ttg hubungan gerakan anti rokok dgn industri farmasi internasional dsb. Saya menguatkan gerakan anti rokok, kretek, dan sejenisnya tanpa dukungan lembaga atau dana apapun, dari manusia maupun yg bukan manusia. Inisiatif sebagai manusia yg ingin mengisi hidupnya yg pendek dan sangat singkat di dunia ini dengan cara yg sehat. Itu saja. Gk perlu embel2 urusan lain yg menjadikan semua hal ini seolah rumit. Anda perokok dan pendukung industri rokok yg mungkin akan jauh lebih sehat, lebih panjang umurnya, lebih kaya, lebih pintar, lebih kondang, lebih jagoan, dan lebih bahagia atau bahkan terjamin masuk surga, tak perlu jumawa.. dgn pilihan saya dan kami yang ingin rokok sebaiknya dikenang saja dlm museum peradaban. Salam🙂

    Elanto Wijoyono

    Reply
  3. Tunjungbiru

    ..perlu kemauan kuat untuk bening memilah dan rendah hati, Lan..juga untuk memilih waktu untuk surut undur diri.. Hehehe, berbagi gagasan tentang rokok juga seperti ini rasaku.. Aku baru saja baca buku yg dipinjamkan temanku, argumentasinya muluk..termasuk soal konspirasi WHO dan semua yang beritikad meningkatkan derajat hidup manusia dengan mengendalikan konsumsi rokok.. Tapi para penulis itu menyusun tabel saja judul kolomnya tidak nalar..🙂 Salam sehat, juga salam pengurangan risiko bencana!

    Reply
  4. siberang

    kalau pemerintah Indonesia sudah bisa dg tegap menyediakan pekerjaan untuk 30 jt petani-buruh tembakau, cengkeh, dan bahan baku kretek lainnya, serta jutaan lain yg jadi pedagang asongan dg pendapatan utama dari kretek, maka tulisan ini akan relevan.

    anti-rokok dan anti-kretek seringkali lupa, kalau soal yg sedang dibahas tak semata masalah kesehatan, tapi ada aspek ekonomi-politik. Masak kawan-kawan yg baik ini tidak ingat dg penghancuran komoditas lain dg pola yg relatif sama, yaitu modus kesehatan, semisal garam, gula, jamu, dll.

    Reply
  5. siberang

    bicara hak hidup, ada beberapa soal,
    1. ingat, satu-satunya industri nasional yg mampu bertahan di krisis 1998 adalah industri kretek. Baik skala rumah tangga sampai raksasa.
    2. ini: “Rokok jelas terbukti secara ilmiah memiliki kekuatan perusak.” Ilmiah kata siapa bung? Ayolah, tak semua pengetahuan barat harus diserap mentah2. Jepang itu salah satu konsumen rokok terbesar di dunia, toh harapan hidupnya juga masih masuk yg tertinggi, dibawah negara2 skandinavia. Banyak faktor yg mempengaruhi orang sakit, makan terlalu banyak aja bikin mual kok.
    Kalau misal, anda alergi bau durian atau asap knalpot, kok tidak pernah berpikir mau memasukkan motor atau durian sebagai aset musium? Standar ganda.

    Reply
  6. elantowow Post author

    Anda memang pemberang. Keuntungan apa yg Anda dapat dr industri rokok?

    “…Gk perlu embel2 urusan lain yg menjadikan semua hal ini seolah rumit. Anda perokok dan pendukung industri rokok yg mungkin akan jauh lebih sehat, lebih panjang umurnya, lebih kaya, lebih pintar, lebih kondang, lebih jagoan, dan lebih bahagia atau bahkan terjamin masuk surga, tak perlu jumawa..” (Elanto Wijoyono, 2012)

    Reply
  7. siberang

    elanto: siberang itu asal katanya si berang2 bung, wah terbiasa asumsi dan kacamata kuda sih. haha. ‘Gak perlu embel2’? ‘Bikin rumit’?
    Namanya orang berargumen kok gak mau dengar perspektif lain. Percuma deh saya jelasin panjang-lebar kalau ternyata situ fasis dan ad hominem. Kalau anda sudah menyerang personalitas saya, itu tandanya anda tak mampu membantah dan menyangkalnya, dan sebenarnya di lubuk hati anda yg terdalam, anda mengakui hal itu, sekalipun malu2. Terima kasih ya.

    konco wingking: anda salah mengerti bung perbedaan antara pajak dan cukai. pajak itu wajib untuk warganegara. Sedangkan cukai itu ‘khusus’ konsumen. kalau anda tak beli, ya tak kena cukai.
    Seperti anda beli mobil, yg dikenai pajak itu perusahaan (karena mereka berusaha di wil negara tertentu), yg dikenai cukai itu konsumen. Dan kalau anda tahu, jumlah cukai yg disumbang oleh perokok dan pengkretek , seperti saya dan jutaan orang lain di luar sana yg merokok itu nyaris 3 kali lipat (50-60 T tahun kemarin) lebih banyak dari cukai freeport (sekitar 20 T), yg jauh lebih merusak dan merampas negeri ini, terutama tanah papua.
    Be gentle.

    Reply
  8. siberang

    konco wingking: maaf, saya kira komentar saya pada komentar anda tidak tepat, itu untuk elanto jg. Haha, terlalu bersemangat. Geli sih lihat masih ada fasis di jaman sekarang.😀

    Reply
  9. elantowow Post author

    kepada siapapun Anda, yang otaknya dipenuhi asap #rokok

    persepsi pemilik lahan & buruh tani tembakau: 64% ingin beralih ke tanaman lain/dagang (Lembaga Demografi FE UI)http://t.co/qTUR4Bel #ROKOK

    ..mengeruk keuntungan di atas #kematian dan #penderitaan orang banyak hrs dihentikan!!! (Imam Prasodjo) #ROKOK http://t.co/qTUR4Bel #VIDEO

    Reply
  10. Nashr

    Maaf… mungkin saya bukanlah pecandu rokok, tapi sesekali juga saya bisa menjadi perokok berat… Punya sedikit pandangan.. Kalau dalam tulisan di atas sepertinya yang diserang bukanlah “#ROKOK” itu sendiri, tetapi lebih pada perilaku dan etika dalam “#MEROKOK”.. HARAP DIBEDAKAN.. Kalau hanya perilaku, tidaklah perlu menutup #pabrikrokok, karena itu pun tidak masuk akal… membakar lumbung untuk membunnuh seekor tikus… pengaturan dan penekanan perilaku saja yang perlu di berikan ruang sebagai suatu “#ETIKA MEROKOK”… tidak ada yang dirugikan… toh pada perokok juga sudah tidak khawatir masalah umur, lingkungan juga kalo sudah sadar etika pasti akan nyaman… Masalah LIKE and DISLIKE jangan di bawa ke ranah publik, apalagi dibesar-besarkan… APALAGI KL MASALAH KONSPIIRASI ITU BENAR TERBUKTI… PENYESALAN JUGA TIDAK ADA ARTI.. Peace..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s