Monthly Archives: October 2010

RUU Cagar Budaya Miskin Perspektif Kebudayaan

Cermin Lemah Pemahamaan Budaya Lembaga Negara

Tak ada hal baru, mendasar, dan kuat yang didapatkan ketika membaca Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Cagar Budaya. Dalam paparan yang disampaikan oleh tim Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia (Kemenbudpar RI) dan Panitia Kerja (Panja) RUU Cagar Budaya pada Jumat (02/10/2010) lalu, disuratkan ada rencana besar yang digadang-gadang mampu mewujudkan sebuah Undang-Undang (UU) yang utuh mengatur perihal pelestarian melalui cagar budaya. Namun, alih-alih menampilkan wujudnya yang holistik, RUU ini justru terkesan sangat pragmatis. Apakah ini tanda adanya pendekatan yang kompromistis dalam penyusunannya, ataukah memang tanda belum utuhnya pemahaman konsep kebudayaan di dalam tubuh Panja dan Kemenbudpar RI? Continue reading

Advertisements

Kejar Tayang RUU Cagar Budaya

Pertaruhan Besar Pelestarian Pusaka Nusantara

Iring-iringan mobil berwarna hitam dengan pengawalan polisi itu memasuki halaman Dondongan. Saat itu panas terik, belum jauh beranjak dari tengah hari di akhir pekan (02/10/2010). Para penumpang mobil itu turun, hampir semuanya berbaju batik dan dinas resmi; pejabat tampaknya. Beberapa orang warga tetap asyik berkumpul di warung yang berdekatan dengan kedua bangsal di bawah naungan Wringin Sepuh. Mata mereka memperhatikan dan penuh ingin tahu, tapi tak ada yang beranjak. Sebagian lainnya hanya berdiri di balik pintu rumah-rumah kayu nan sederhana yang berderet memagari jalan menuju gapura masuk Masjid Gede Mataram Kotagede. Petugas berseragam berjaga di ujung pagar, di tepi jalan permukiman yang menghubungkan Pasar Legi Kotagede dan kampung-kampung di sebelah selatannya. Continue reading