Monthly Archives: January 2008

Hitungan Ukuran ala Ambarukmo

Mendulang Pesimisme Pelestarian Pusaka

.

Bangunan seluas 15.129 meter persegi itu jelas tak mampu menutupi bangunan seluas 20.000 meter persegi. Tinggi bangunan berusia sekitar 1200 tahun yang hanya 34,5 meter saat ini pun jelas tak mampu menandingi bangunan enam lantai yang baru akan berusia dua tahun pada tanggal 5 Maret 2008 mendatang. Tak hanya itu, orang yang berkunjung ke bangunan tua itu jauh di bawah kunjungan orang ke bangunan baru nan megah satunya, 5460 rata-rata per hari (data tahun 2005) dibandingkan dengan 25.000 – 30.000 rata-rata kunjungan per hari.

.

Borobudur dan Ambarukkmo 1 Borobudur dan Ambarukmo 2

Borobudur Sang Mahakarya pun tertunduk lesu di hadapan Ambarukmo Plaza (Amplaz) yang begitu congkak terbahak mengalaskan salah satu kakinya di tengkuk gandok tengen pesanggrahan kraton peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VII.

.

Interpretasi bernada sinis itu spontan muncul begitu menyaksikan salah satu karya seniman Belanda Krijn Christiaansen yang dipamerkan di Rumah Seni Cemeti – Yogyakarta akhir Januari ini. Lalu, mata tertuju pada seri foto yang tertempel di sudut denah, tampak Krijn yang bule itu sedang menyapu lantai atrium Amplaz dengan sapu lidi, lengkap dengan gestur badan membungkuk dan tangan dilipat ke belakang, serupa gestur kebanyakan perempuan Jawa ketika menyapu halaman rumah. Ketika ditanya, “Kenapa menyapu?” . “It was a garden, right?” , balasnya. Aha…

.

Sebuah denah rekonstruksi Pesanggrahan Ambarukmo pada masa awal memang menunjukkan bahwa lahan di sisi barat tempat Amplaz berdiri saat ini adalah kebon raja; kebuh buah dan kandang kuda. Usai masa revolusi kemerdekaan, ketika bangunan pesanggrahan dipakai sebagai kantor dinas dan pemerintahan secara bergantian, sebagian besar lahan kebun di area pesanggrahan itu tidak terawat secara khusus. Dari beberapa warga senior yang tinggal di sekitar Amplaz pun diceritakan bahwa lahan itu sempat dijadikan tempat pembuangan tanah dari lahan di sisi timur pesangggrahan didirikan Hotel Ambarukmo pada awal dekade 60-an. Diceritakan pula bahwa di sana pun pernah ada beberapa kolam kecil yang sering diziarahi orang, tersembunyi di antara rerimbunan pohon. Terakhir, pada sisi selatan lahan itu dulu berdiri kompleks SD Negeri Ambarukmo dan lapangan tenis, sisanya menjadi kebun anggrek. Namun, semuanya terpaksa digusur dari Sultan Ground ketika Amplaz didirikan berikut separuh sisi bangunan gandok tengen. Sementara, kebon raja, gandok kiwa, dan pecaosan sudah terlebih dahulu tergusur ketika Hotel Ambarukmo didirikan.

.

Denah Rekonstruksi Pesanggrahan Ambarukmo

Continue reading

Advertisements

Maaf

Tumben. Biasanya orang banyak bilang maaf-memaafkan itu ketika Lebaran menjelang. Namun, lebih tiga bulan Lebaran berlalu, orang sibuk bicara maaf. Mendadak Maaf ^^

Maaf itu diperlukan adanya ketika memang ada sesuatu yang salah (telah) terjadi. Biasanya, yang meminta maaf adalah pihak yang melakukan kesalahan. Biasanya, pula, yang memberikan maaf adalah pihak yang menjadi korban atau “teraniaya”. Pihak itu bisa individu, bisa pula kolektif.

Jika ada pihak (yang diduga kuat _ dan sayangnya memang sangat kelihatan) yang melakukan kesalahan meminta dimaafkan kesalahannya… hmm itu wajar saja.

Namun, biasanya, maaf itu tidak bisa keluar dari hati dan mulut pihak selain pihak korban atau yang “teraniaya”.

Jadi, kalau diri kita mau menyatakan memberikan maaf… eits, tahan dulu. Apakah diri kita korban? Atau adakah tanggung jawab dari diri kita yang disalahgunakan si pelaku kesalahan?

Jika jawabannya tidak… tak perlulah diri kita memberikan maaf.
Apalagi jika jangan-jangan malah diri kita juga ikut-ikutan jadi pihak yang melakukan kesalahan?

Mari serahkan hak memaafkan itu kepada pihak yang memang berhak memberikan maaf.
Jika mereka ingin tetap ada pertanggungjawaban atas kesalahan itu.. ya memang itu hak mereka untuk menuntut.
Dan.. akhirnya itu memang kewajiban yang harus ditanggung oleh si pelaku kesalahan.

Ya, biasanya sih seperti itu….

Maafkan jika saya salah

gambar tangan salaman diambil dari sini